Dokter yang Baik, Seperti Apa?

            Adalah pada sebuah pertanyaan, yang ada di benak kita “Seperti apakah Dokter yang baik itu?“. Mungkin mudah saja untuk mendefinisikan dengan beberapa kata seperti pengacara, arsitek ataupun Seorang motivator yang hebat. kita bisa melihat keberhasilannya  dengan memenangkan kasus sulit, membangun gedung-gedung pencakar langit dengan kontruksi terbaik atau yang selalu dapat membuat para pendengarnya berapi-api disetiap wordshopnya. Dan sebaliknya untuk seorang dokter, sungguh sulit untuk mendefinisikan seperti apa Dokter yang baik. Apakah Dokter yang pintar? Memiliki gelar yang segunung? Selalu mengadakan pengobatan gratis? Rasa empati yang tinggi? Dokter yang ramah? Memiliki Reputasi dan Nama Baik? Tarif yang murah? Tempat praktek yang bagus? Atau memiliki Pasien Yang banyak ? Tidak Berorientasi Kepada Uang?

        Sebenarnya ukuran dokter yang baik itu relatif dan subjektif. Tiap orang memiliki persepsi tersendiri tentang dokter yang baik. Subjektivitas ukuran ini disebabkan adanya latar belakang yang berbeda pada tiap individu berdasarkan latar belakang pendidikan, kehidupan soosial, dan ekonomi, sehingga cara mereka memandang hidup (termasuk kriteria dokter baik) tentu berbeda. Walaupun setiap individu (pasien) memiliki persepsi yang berbeda, pada tingkat kolektif ternyata masyarakat memiliki harapan yang sama dari dokter dan bagaimana seharusnya dokter dalam melakukan pekerjaannya.

          Dokter yang baik bukanlah seseorang yang dapat menyembuhkan paling banyak karena pada beberapa spesialies, kesembuhan bukanlah outcome (hasil) yang menjadi tujuan utama. Bukan seseorang yang dapat membuat diagnosis terbaik karena pada beberapa kasus yang dapat sembuh sendiri (self limited) atau kelainan yang belum dapat diobati, diagnosis tidak memberikan hasil yang berbeda bagi pasien. Bukan pula seseorang Dokter yang mengetahui lebih banyak fakta-fakta ilmiah dalam ilmu kedokteran. ketidaktahuan masih merajalela pada beberapa penyakit. Dokter yang baik juga bukan seseorang yang lembut, berbelas asih dan jujur kepada pasiennya karena kualitas ini sering kali tidak cukup untuk tindakan medis yang efektif. Bukan pula seseorang Dokter yang menemukan fakta atau pengobatan baru yang lebih mujarab. Dewasa ini informasi baru hanyalah sebuah pecahan kecil dari ilmu pengetahuan untuk dimasukkan ke dalam teka-teki penelitian biomedis yang mahabesar.

           Profesi lain dapat dinilai dari hasil akhir kerja mereka, tapi  bagi seorang dokter dapat dinilai baik ketika dia memiliki sebanyak mungkin atribut di atas. Sekarang kita  mencoba mencari tahu Dokter seperti apa yang diinginkan orang-orang. Dari jawaban – jawaban yang didapatkan, dibuatlah beberapa point yang sering muncul sebagai berikut:

Kita semua menginginkan dokter yang dapat:

1. Menghargai orang, sehat atau sakit, tanpa melihat siapa diri mereka.

2. Mendukung pasien serta keluarganya kapan pun dan di mana pun mereka butuhkan.

3. Mempromosikan kesehatan seperti halnya mengobati penyakit.

4.Menjangkau kekuatan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung pasien dengan informasi terbaik yang tersedia, sambil tak lupa menghormati nilai-nilai setiap individu.

5. Memiliki pengetahuan dan keterampilan medis yang baik, Dokter yang baik harus memiliki pengetahuan dan keterampilan medis yang terstandarisasi dan update. Dia harus selalu banyak membaca serta memperluas cakrawala pengetahuan dan keterampilannya, karena dengan cara ini dia dapat memberikan pelayanan berkualitas kepada pasien.

6. Selalu menanyakan pertanyaan-pertanyaan terbuka, membiarkan pasien berbicara, serta mendengarkan mereka dengan seksama.

7. Memberikan saran yang jelas, membiarkan pasien berpartisipasi secara aktif dalam setiap keputusan medis yang berkaitan dengan kesehatannya, menilai setiap situasi dengan hati-hati, serta membantu apapun situasinya.

8. Menggunakan bukti klinik sebagai alat, bukan sebagai faktor penentu pelayanan, dengan rendah hati menerima kematian sebagai bagian yang penting dari kehidupan, serta menolong pasien menyusun perencanaan yang terbaik jika kematian sudah dekat.

9. Bekerjasama dengan anggota lain dari tim pelayanan kesehatan.

 10. Menjadi seorang Dokter pendukung yang baik bagi pasien-pasiennya, pembimbing bagi profesi-profesi kesehatan lainnya, dan siap sedia belajar dari orang lain tanpa memandang usia mereka, peran, ataupun status.

    11. Menikmati Pekerjaannya, seorang dokter yang ada di hadapan kita apakah dia menyukai dan mencintai pekerjaannya atau tidak, Jika dokternya mudah senyum, ramah, sabar, telaten, teliti, pandai mengambil hati, rajin, tidak gampang bete, ikhlas, maka dokter tersebut menunjukkan tanda-tanda sebagai dokter yang menyukai pekerjaannya.

            Akhirnya, kita menginginkan Dokter yang memiliki kehidupan yang seimbang serta melayani dirinya sendiri dan keluarganya sebagaimana orang lain.. Seorang Dokter dituntut bisa berkomunikasi dengan pasien yang dapat memacu semangat untuk sembuh, menghibur  dan menghilangkan pikiran-pikiran negatif pasiennya. Pasien yang datang diberi pencerahan hilang kebingungan dan kegalauan hati, serta diberikan harapan yang besar untuk bisa sembuh walaupun penyakit yang diderita sulit untuk disembuhkan. Secara ringkas, kita menginkan Dokter yang bahagia dan sehat, penuh perhatian dan kompeten, serta teman seperjalanan yang baik bagi orang-orang dalam petualangan yang kita sebut “kehidupan”

~o0o~

Nah, Dari gambaran di atas, kita bisa menyimpulkan Dokter hanyalah  sebagai perantara saja untuk mencapai suatu kesembuhan dari penyakit dan gangguan kesehatan. bayangkan bila anda mendapatkan sebuah lampu ajaib yang dapat mengabulkan permohonan, lalu anda meminta untuk diberi Dokter yang baik, maka ini adalah sebuah pertanyaan terbuka : Menurut anda, seperti apakah Dokter yang baik ???